
Lanjutan Kemarin....................,
Akhirnya diapun berwujud mawar dan sobatkupun dengan tawa telah menjadi durinya, meskipun aku tak pernah bisa memandangnya sebagai mawar melainkan sosok ”si Badut Kecil”.
Dalam hari-harinya, perbedaan tetap dan selalu terjadi perbedaan pandangan antara aku dan sobatku. Hingga kabut hitam diantarkan sang mawat itu ke tempat kami yang mana aku memandangnya bak seorang badut kecil, sobatku menganggapnya sebagai mawarny, sedangkan dia merasa menjadi sekuntum anggrek.
Masa berganti, tumpang tindih diantara kami tak terbendung hingga keputusasaan menghampiriku. Disela keputusasaanku, tanpa hujan dan tak ada petir, aku disapa oleh bau bunga yang sangat menyengat hidungku. Kumenoleh dan akupun sadar kalau itu adalah mawar yang pernah ada di ”pohon bermain”. Dengan riang, dia melambaikan daunnya ke arahku dan berkata, ”Bukankah kau memintaku sesuatu padaku?, dan kini kucoba memberikannya padaku”. Aku bingung dan aku larut dalam diamku sejenak, ”Ada apa dengannya? Hingga siulanku cukup menggoyangkan rantingnya. Apa durnya tidak cukup kuat tuk menjaganya?”. Kutersentak dalam lamunanku dan aku coba menjawab wewangiannya, ”Aku sangat menginginkan hal itu, namun tuk saat ini sayapku cukup lemah tuk membawamu terbang, kuharap kau mengerti ketakberdayaanku ini”. Layaknya seorang yang pengertian dia bernyanyi, ”Aku paham, bagaimana keadaan kumbang sepertimu. Musim semi depan mungkin saat yang tepat tuk gapai semuanya”. Dalam buaian ini aku tertegun dalam angan dan berfikir, masih adakah bunga yang sesegar ini? Atau ini cuma nyanyian sekuntum mawar, yang durinya sudah cukup lapuk? Akupun terlelap dalam lamunanku itu.
Sang pagi dan malam tetap bersalaman dan bersapaan seperti biasanya. Akhirnya musim semipun datang dan aku cukup lupa akan nyanyianku bersama mawar di pohon bermain itu. Seperti biasanya aku terbang tanpa beban hingga kudapati ia di salah satu pohon lain yang daunnya ditutupkan buat para bebijian. Dengan cukup tegang kurasakan senandung khidmat darinya ”Masih ingatkah kau akan buaian kita di musim kemarau dulu? Karena semi inilah yang selalu kunantikan kedatangannya!”. Ringan, kosong, hasrat, sobatku memaksaku untuk menjalani semi ini bersamanya karena sobatku cukup berkeinginan tuk menjadi durinya, meski kupikir itu tak mungkin. Aku sambut senandungnya dan berkata, ”Yaa! Sepertinya semi ini adalah semi terindah yang pernah kujalani”.
Akhirnya dia dan aku mengarungi belantara ini, yang awalnya tak pernah kuimpikan sebelumnya. Dalam perjalanan itu aku cukup dibingungkan dengan tanya ia padaku, ”Berapa potong cahaya yang kau butuhkan dan kau hendak mengambilnya? Dimana? Di gunung? Di sungai? Atau di beberapa lembah yang ada di seberang sana?” Sobatku menyambut pertanyaannya, ”Kurasa kau lebih tau dimana cahaya terbanyak yang bisa kita kumpulkan, karena aku cukup asing dalam belantara ini”. Dia meramu jawabanku dan mengakhirinya, ”Mungkin seperti kita akan pergi ke gunung itu, karena cukup banyak cahaya di sana dan aku juga dapat menyaksikan berbagai kehidupan dari ketinggia”. Akhirnya kami sampai di gunung yang dimaksudnya setelah mengambil beberapa potong cahaya kamipun langsung mengamati berbagai rantai kehidupan dari ketinggian yang ada. Dalam pengamatan itu aku terdiam dan cukup gundah, karena aku binggung kenapa merasa seperti durinya, padahal aku berpakaian seperti kumbang? Aku ini siapa dan apa bagi mawar ini? Dalam dua sosok itu aku menjalani apa yang terjadi pada saat itu, aku terbahak dalam heranku. Aku menerka dan seolah-olah mengerti dalam ketidaktahuanku akan dirinya. Setelah berakhirnya semua helatan ini, aku dan diapun harus kembali ke pohon masing-masing meski semuanya masih meresahkan jiwaku.
To be Continue
Writer,
Akasha
Taman Bermain part III
Diposkan oleh inna di 4:41 PM 0 komentar
Taman Bermain part II
Lalu anggrek atau badut kecil itu menyelaku ”aku tak pernah perduli kamu pandang aku seperti apa yang jelas ini aku!”. Aku hanya tersenyum memandanginya, dan seketika kulupakan dia. Dan ini kulakukan pada semua anggrek-anggrek di belantara ini.
Tak bisa kupungkiri, kubutuh, kuingin berubah menjadi salah satu duri diantara mawar yang ada. Aku bosan dengan wujud kumbangku ini. Kupikir, kuingat, dan aku bertanya pada sobatku..
”Hai kalbuku, mawar manakah yang cukup indah dan wangi bagimu? Aku cukup kasihan denganmu, karena kau cukup keriput tanpa ada bau sekuntum mawar yang mengantarmu tuk terlelap di malam hari dan menemanimu tersenyum di siang hari”. Sobatku berkata ”Coba kau petikan mawar yang pernah kita temukan di salah satu pohon bermain dalam belantara ini. Mungkin saja dia telah berwujud anggrek walaupun tidak, mungkin saja durinya telah lapuk meski kau tak bermaksud dan tak berusaha tuk mematahkan durinya.”
Di hari lain, kumemandang jau sambil memanjangkan leherku mencari mawar itu. Kucoba menghampiri pohon bermain, dan tak kulihat sosoknya hingga kutemukan ia di sela pepohonan yang sangat rindang dan buahnya cukup mudah dijangkau oleh orang-orang meski buahnya tak terlalu manis dan tak terlalu enak namun cukup layak tuk dimakan. Akupun mulai bertanya jawab dengan sang mawar, ”Duhai bunga berduri dapatkah kau bantu aku tuk mencari beberapa potong cahaya mentari di sela-sela hari bosanku dan keluar dari belantara ini, mencari beberapa gunung buat didaki atau menelusuri beberapa sungai tuk dialiri. Karena belantara dan di luar sana cukup menyesatkan bagiku”.
Yang berduri itu menjawabku, ”Cukup tak sulit bagiku tuk membantumu dan cukup bilang berapa potong cahaya mentari yang kau butuhkan, dan gunung serta sungai mana yang kau arungi”.
Kucoba bersiul lagi kepadanya, ”Cukup riuh sobatku, jika hal ini sampai mematahkan durimu, dan sobatku tak menginginkan hal itu”.
Dengan mekarnya dia bertanya, ”Kutak pernah tanya hal itu kan?Dan aku cukup lupa serta kuharap kau juga lupa”. Dengan saling senyum, kutinggalkan ia di pohon rindang itu.
Dalam hening, kulamunkan pertemuan tadi hingga kuanggap itu hanyalah sebuah nyanyian malam yang paginya berganti dengan lagu yang lain. Karena aku tidak mau dianggap seekor kumbang yang suka mematahkan duri mawar-mawar yang ada di belantara ini.
Dengan sedikit dahaga akan madu bunga, aku melangkah dengan berat menjalani hari-hari hampaku. Aku teringat akan anggrek yang dalam pandanganku dia adalah sesosok badut kecil, dan kucari akhirnya kutemukan juga. Dengan buaian yang sama kulantunkan juga nyanyian malam itu yang kuharap dia bisa menjadi temansobatku. Dalam buaian itu aku tau kalau dia adala sekuntum melati meskipun kadang dia menyebut dirinya anggrek. Kucoba tawarkan dia tuk tinggal bersama sobatku dan iapun tak menolak. Akhirnya diapun berwujud mawar dan sobatkupun dengan tawa telah menjadi durinya, meskipun aku tak pernah bisa memandangnya sebagai mawar melainkan sosok ”si Badut Kecil”.
Writer,
Akasha
Diposkan oleh inna di 11:30 AM 0 komentar
Taman Bermain

Cerpen yang kubuat sendiri berdasarkan pengalaman seorang teman,। Maka, Saya buatlah cerpen ini untuk selalu ingat kejadian singkat yang mengherankan. Saya akan kirimkan beberapa potongan cerita, semoga kalian bisa simak dan ikuti.
Kutinggalkan tanjung tercintaku, yang katanya hanya menunjuk suatu tanjung yang dalam pandanganku hanya suatu tempat dimana aku bisa wujudkan diri. Meski aku tak tau, aku akan beli satu stel baju apa? Namun dalam tengilnya aku dan apa adanya aku jalani saja labuhan ini bersama orang-orang yang awalnya gak pernah kukenal sama sekali.
Akhirnya aku sampai juga di tanjung ini, yang kata orang cukup menyenangkan dan cukup ngeri tuk dihadapi sendirian. Aku tak pernah mimpi atau punya keinginan tuk kembali ke tanjung ini, tapi kuyakin semua telah Dia atur untuk kebaikanku. Di tanjung ini aku dituntut tuk mengenal, tuk tau, tuk bisa mengatur, tuk bisa menekan, tuk bisa merasakan sesuatu, pokoknya harus bisa deh!!!
Di suatu waktu yang tak pernah kusengaja, ku lewati sebuah pohon yang biasanya dipakai buat mainan oleh orang-orang. Di sela pohon itu, tanpa sengaja kulihat sekuntum bunga yang mana aku tak pernah tau apakah itu anggrek, mawar, atau melati? Dengan tengil aku coba dekati bunga itu, sambil aku tanya ”kamu itu apa sih?” terus dia jawab dengan heran dan tegarnya ”aku adalah mawar!!!”. Oh, ternyata dia adalah mawar... dengan seketika aku berpaling dan coba tuk lupakannya, karena kusadar dan aku tau dia itu berduri meski hatiku dan diriku tak perdulikan hal itu.
Di hari lain yang tak pernah kuingat itu hari apa, ku lenggangkan dengan ringan langkah jelekku, lumayan bahagia, tanpa beban dan tak jelas. Kujalani saja semua hingga lelah dan akupun tertidur!!!
***
Aku terbangun dan mulai jalani dan jalani semua yang ada, yang kurasa ini adalah mainan belaka. Sewaktu-waktu aku berubah menjadi seekor kumbang, yang hanya terbang kesana kemari mencium bau harum bunga tanpa berkeinginan tuk mengisap madunya atau berubah menjadi duri di salah satu mawar yang ada. Meski telah cukup lama aku tak mengisi kalbu ini dengan salju cinta, seperti layaknya orang-orang atau bak kumbang yang berubah menjadi duri sekuntum mawar.
Dalam alunan ombak itu, ku terhanyut, kuikuti dan kutemukan juga sekuntum bunga yang awalnya tanpa berkeinginan, tanpa dorongan apapun aku memandangnya. Tapi dalam sosok yang berbeda yaitu selayak badut kecil yang cukup menyenangkan, walau semuanya tak pernah terlintas di benakku. Hari demi hari badut kecil ini selalu terlintas dihadapanku, meski sering aku lontarkan sedikit pasir ke wajahnya. ”Kamu anggrek kan?, tapi kenapa kau bersosok badut seperti itu?”. Lalu anggrek atau badut kecil itu menyelaku ”aku tak pernah perduli kamu pandang aku seperti apa yang jelas ini aku!”.
To be Continue...
Writer,
Akasha
Diposkan oleh inna di 3:13 PM 0 komentar
Cinta. Love. Asmara
Semua sama artinya. Sebuah perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata. Sepertinya semua orang di seluruh dunia sepakat bahwa cinta adalah perasaan yang paling indah di dunia.
Proses yang terjalin di dalam otak dan panca indera seseorang ini ternyata bukan sekedar soal rasa. Dari penelitian ilmiah diketahui bahwa cinta adalah proses kimia.
Pernah dengar dengan kalimat Love is a chemical prosess? Yup, cinta bisa datang lewat mata turun ke hati. Bisa juga datang lewat suara atau bau yang tercium. Sinyal-sinyal yang kita tangkap itu lantas diproses di otak dan membuat otak memerintahkan memproduksi sejumlah senyawa kimia dan menyebarkannya ke seluruh tubuh. Itulah yang bikin orang lain jatuh cinta kadang suka tersipu malu, berkeringat dingin, terangsang, suka lupa mau bilang apa, dan banyak kelakuan yang rada aneh lainnya.
Saat jatuh cinta kita akan lebih bersemangat menjalani hari. Seolah kita punya baterai ekstra setiap hari buat mengisi kesibukan sekolah, kuliah atau bekerja. Kita gak merasa capek meski kurang tidur karena sampe larut malam masih asik SMS-an dengan si dia.
Memang jatuh cinta ibarat mendapatkan suntikan vitamin yang membuat semangat hidup menjadi berkobar. Cinta juga bisa membuat wajah seseorang yang serius menjadi penuh senyuman. Cewek tampil lebih cantik dan menawan. Cowok tampil lebih gagah dan keren dari biasa. Hati terasa damai karena merasa seseorang yang kita pikirkan tengah memikirkan kita juga.
Hal-hal diatas pasti disetujui oleh orang yang sudah atau tengah jatuh cinta. Tapi belum tentu untuk orang yang belum pernah jatuh cinta atau baru putus cinta.
Seorang cewek jomblo berkomentar dengan jujur, ”Gue gak terlalu yakin apa bener jatuh cinta bisa membuat bahagia? Kalo emang demikian gue mau aja jatuh cinta. Tapi kalo cinta Cuma bikin hati terbebani, mau ngapa-ngapain gak bebas karena harus confirm dulu ama pasangan, mendingan gw gak jatuh cinta aja.”
Oh... Kemungkinan besar cewek itu pesimis karena capek menjomblo cukup lama namun cinta belum juga menghampirinya.
Cewek jomblo lain berkomentar, ”Gue yakin jatuh cinta itu memang indah. Itu kalo jatuh cintanya dengan cowok yang tepat. Kalo jatuh cinta dengan cowok yang gak tepat, bisa jadi bukannya menyenangkan malah menyiksa.”
Ini cukup realistis. Karena memang gak semua orang bahagia menjalani kehidupan cintanya.
Ada pula cewek yang baru putus cinta bilang begini. ”Gue udah berapa kali putus. Capek rasanya broken heart melulu. Untuk saat ini gue milih gak jatuh cinta dulu. Gue perlu waktu untuk menata dan memulihkan perasaan dan kehidupan gue.”
Hiks. Putus cinta memang menyedihkan.
So, cinta itu rasanya bisa asem, asin, atau Manis tergantung yang merasakan.
Apapun pendapat orang tentang cinta, gak ada orang yang mau hidupnya sepi tanpa cinta. Itu sebabnya kubuat beberapa script tentang cinta..
APA SIH CINTA ITU ?
Ada yang bilang Cinta itu manis. Cinta itu lembut. Cinta itu menggoda. Cinta itu menyenangkan. Cinta itu penuh kasih sayang. Cinta itu nyebelin. Cinta itu asik. Cinta itu ribet.
Jutaan orang punya definisi sendiri tentang cinta. Agar lebih mengenal tentang cinta mungkin kita bisa menyimak kata-kata bijak tentang cinta.
ü Ketika kita jatuh cinta segalanya akan terasa indah. Karena cinta memiliki kekuatan tersendiri untuk menggetarkan sendi-sendi kehidupan.
ü Cinta adalah ketika kita memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu bersama-sama dengan orang yang kita inginkan selalu berada didekatnya.
ü Cinta itu seperti pohon, perlu disiram dan dipupuk yang berupa kesetiaan dan pengertian.
ü Cinta bukan sumber air yang bisa kering, melainkan sebuah mata air yang semakin panjang dan jauh alirannya semakin kuat, dalam dan jernih kualitasnya. (Eddi Cantor)
ü Cinta pertama selalu mempesona hingga tidak disadari suatu saat bisa berakhir. (Benyamin Franklin)
ü Cinta sejati adalah cinta antara dua orang saja dan tidak ada tempat bagi orang ketiga kecuali untuk anak-anak yang lahir sebagai buah cinta mereka.
ü Kau bisa memberi tanpa mencintai, tapi kau tidak bisa mencintai tanpa memberi. (Amy Carmichael)
ü Cinta itu identik dengan perasaan sayang yang diberikan dengan tulus dan tanpa paksaan.
ü Cinta identik dengan perhatian yang tulus. Kamu bisa merasakannya meski sulit untuk mengucapkannya.
ü Bukan cinta namanya kalau kamu tidak merasakan sedikit kekacauan dan kegilaan dalam kehidupan kamu setelah kamu mengenalnya.
ü Cinta adalah rasa takut kehilangan seseorang.
ü Kamu telah menemukan cinta kalau kau merasa telah menemukan ’tempat tinggal’ di dalam hati seseorang.
ü Adakalanya cinta tidak mesti bersatu. Namun rasa cinta itu akan terus ada dan tetap membuat dekat. Kelak waktulah yang akan menyembuhkan luka cinta.
ü Kita dapat merasakan apakah kita sedang jatuh cinta saat kita sendiri. Saat kita merasa kehilangan orang itu dan berpikir seandainya kita bisa bersamanya berbagi kasih sayang dan perhatian.
ü Salah satu ketakutan yang terbesar adalah takut tak dicintai dan setelah dicintai ditinggalkan hingga patah hati.
ü Cinta adalah menemukan diri sendiri di dalam diri orang lain dan merasa bahagia atas penemuannya itu. (Alexander Smith)
ü Cinta melihat melalui teleskop, cemburu melihat melalui mikroskop.
ü Hal-hal paling baik dan paling indah di dunia tidak bisa dilihat ataupun disentuh namun bisa dirasakan dalam hati. (Hellen Keller)
ü Cinta itu suci dan bersih. Perlakuannyalah yang sering merusaknya.
ü Cinta itu angkuh dan lembut. Lebih baik memiliki cinta daripada memiliki semua bintang di langit.
ü Cinta adalah ketika melihat tatapan dan senyumannya saja sudah membuat hati kamu berbunga-bunga.
ü Kita dilahirkan karena cinta dan untuk cinta. Ini adalah prinsip keberadaan dan tujuan cinta. Agar hidup terus berjalan dan menjadi lebih baik.
ü Esensi mencintai adalah menemukan orang yang tepat sebagai pasangan hidup dan bisa mencintai secara sempurna untuk orang yang tak sempurna.
ü True love doesn’t have a happy ending. True love doesn’t have an ending.
ü Mereka yang meski menunggu sedikit lebih lama justru akan lebih bisa menghargai saat cinta itu datang. (Kimberly Kirberger)
ü Kekasih yang bijaksana tidak menghargai hadiah dari kekasihnya sebesar cinta dari si pemberi.
ü Orang yang mencintai tidak perlu menjadi sempurna, cukup menjadi manusia biasa. (Leo Buscaglia)
ü Cinta bukanlah cinta sebelum engkau memberikannya.
ü Cinta dekat dengan kebahagiaan dan tidak jauh dari kekecewaan.
ü Nafsu adalah emosi, cinta adalah pilihan yang terbaik.
ü Cinta menuntut jauh lebih sedikit dibandingkan persahabatan.
ü Mencintai berarti berani mempertaruhkan hati. (C. S. Lewis)
ü Lebih baik pernah mencintai dan kehilangan daripada tidak pernah mencintai sama sekali. (Saneca)
ü Cinta mempunyai waktunya sendiri, musimnya sendiri, dan alasan tersendiri untuk datang dan pergi. (Kent Nerburn)
ü Cinta bukanlah sumber kebahagiaan, tapi ketiadaan cinta adalah sumber derita. (Russel)
ü Cinta membuat si kikir menjadi royal dan si pengecut menjadi pemberani.
ü Cinta di dalam hatimu tidak diletakkan untuk tinggal di sana. Cinta akan lebih terasa jika ada hati lain yang menjadi tempat berbagi rasa.
ü Seseorang akan mudah mencintai orang lain yang menebarkan cinta, kasih sayang dan perhatian.
ü Lebih baik merasakan cinta dan kehilangannya daripada tidak mencintai. (St. Augustine)
ü Ketika saya mengenang apa yang telah terjadi dalam hidup saya, saat-saat saya merasa benar-benar hidup adalah saat-saat saya melakukan sesuatu karena dorongan cinta dan kasih sayang. (Henry Drummond)
ü Tiga hal paling penting tentang kebahagiaan hidup adalah : sesuatu yang kita kerjakan, sesuatu yang kita cintai dan sesuatu yang kita harapkan. (Joseph Addison)
ü Cinta adalah ketika seseorang lebih memperhatikan orang lain daripada memikirkan dirinya sendiri. (David Frost)
ü Orang muda yang jatuh cinta berkata : ”Aku cinta kamu karena aku butuh kamu”. Orang yang dewasa berkata : ”Aku butuh kamu karena aku mencintai kamu”. (Erich Fromm)
ü Don’t fine love. Let love fine you. That’s why it’s called falling in love, coz you don’t force yourself to fall. You just do!
ü Cinta adalah kunci induk yang membuka gerbang kebahagiaan.
ü Love’s beautiful like butterfly. When you try to catch it, it will fly away. But when you cool and silent, it will come and touch you. So wait for your butterfly!
ü Cinta adalah hal yang bisa membuat kamu tersenyum meskipun kamu merasa sangat lelah.
ü Cinta adalah ketika si dia melukai hati kamu dan kamu sedemikian terlukanya hingga ingin menangis dan berteriak saat itu juga. Namu kamu tak mau melakukannya karena takut hal itu akan menyakiti hatinya.
ü Cinta adalah ketika kamu ingin berciuman dengannya. Dan setelah berciuman kamu masih ingin ngobrol lebih lama.
ü Hati yang patah karena cinta bukanlah dalih untuk melangkah dengan goyah, tapi satu peringatan agar langkah tidak kembali salah.
ü Kerja adalah cinta yang mengejawantah,. Jika engkau tidak sanggup bekerja dengan cinta, hanya dengan enggan. Maka lebih baik bagimu duduk mengulurkan tangan di depan gapura candi yang orang di dalamnya bekerja dengan cinta. (Khalil Gibran)
ü Tidak banyak orang mengenal cinta yang didasari nurani, datang melalui pintu-pintu keikhlasan dan kemudian menerimanya dengan rasa kedewasaan hingga cinta terasa menyejukkan.
BEDA SAYANG DAN CINTA
Sayang dan cinta adalah dua perasaan yang mirip tapi beda. Apakah kamu benar Cinta atau sekedar Sayang kepadanya?
| Cinta | Sayang |
| Romantis | Akrab |
| Tergila-gila, cemburu | Hanya berteman |
| Menjurus seksual | No seks |
| Ingin memiliki | Kebersamaan |
| Hubungan naik turun | Hubungan stabil, loyal |
| Ke arah perkawinan | Berteman selamanya |
Diposkan oleh inna di 12:48 PM 0 komentar
Ya Allah, I'm Fallin in Luv

Ya Allah, yang membolak-balikan Hati kami....
Selama ini aku tidak pernah tau
bagaimana rasanya mencintai
Namun, aku berharap...
bila Cinta hadir menyapaku
aku tidak akan kehilangan Engkau
Ya Allah, selama ini aku hanya berharap
Semoga bisa mencintai
Orang yang memiliki Cinta yang luar biasa kepada-Mu
Ya Allah, selama ini aku juga berharap
Semoga bisa dicintai
Oleh orang yang bisa mengarahkanku
Menuju keridhaan-Mu
Puntaku ya Allah,
Ijinkan aku memiliki rasa ini
Hingga ia menjadi indah di dada kami
Tanpa mengurangi rasa Cinta kami kepada-Mu...
Amien..........
Diposkan oleh inna di 6:10 PM 0 komentar


