
Cerpen yang kubuat sendiri berdasarkan pengalaman seorang teman,। Maka, Saya buatlah cerpen ini untuk selalu ingat kejadian singkat yang mengherankan. Saya akan kirimkan beberapa potongan cerita, semoga kalian bisa simak dan ikuti.
======================================================================
Kutinggalkan tanjung tercintaku, yang katanya hanya menunjuk suatu tanjung yang dalam pandanganku hanya suatu tempat dimana aku bisa wujudkan diri. Meski aku tak tau, aku akan beli satu stel baju apa? Namun dalam tengilnya aku dan apa adanya aku jalani saja labuhan ini bersama orang-orang yang awalnya gak pernah kukenal sama sekali.
Akhirnya aku sampai juga di tanjung ini, yang kata orang cukup menyenangkan dan cukup ngeri tuk dihadapi sendirian. Aku tak pernah mimpi atau punya keinginan tuk kembali ke tanjung ini, tapi kuyakin semua telah Dia atur untuk kebaikanku. Di tanjung ini aku dituntut tuk mengenal, tuk tau, tuk bisa mengatur, tuk bisa menekan, tuk bisa merasakan sesuatu, pokoknya harus bisa deh!!!
Di suatu waktu yang tak pernah kusengaja, ku lewati sebuah pohon yang biasanya dipakai buat mainan oleh orang-orang. Di sela pohon itu, tanpa sengaja kulihat sekuntum bunga yang mana aku tak pernah tau apakah itu anggrek, mawar, atau melati? Dengan tengil aku coba dekati bunga itu, sambil aku tanya ”kamu itu apa sih?” terus dia jawab dengan heran dan tegarnya ”aku adalah mawar!!!”. Oh, ternyata dia adalah mawar... dengan seketika aku berpaling dan coba tuk lupakannya, karena kusadar dan aku tau dia itu berduri meski hatiku dan diriku tak perdulikan hal itu.
Di hari lain yang tak pernah kuingat itu hari apa, ku lenggangkan dengan ringan langkah jelekku, lumayan bahagia, tanpa beban dan tak jelas. Kujalani saja semua hingga lelah dan akupun tertidur!!!
***
Aku terbangun dan mulai jalani dan jalani semua yang ada, yang kurasa ini adalah mainan belaka. Sewaktu-waktu aku berubah menjadi seekor kumbang, yang hanya terbang kesana kemari mencium bau harum bunga tanpa berkeinginan tuk mengisap madunya atau berubah menjadi duri di salah satu mawar yang ada. Meski telah cukup lama aku tak mengisi kalbu ini dengan salju cinta, seperti layaknya orang-orang atau bak kumbang yang berubah menjadi duri sekuntum mawar.
Dalam alunan ombak itu, ku terhanyut, kuikuti dan kutemukan juga sekuntum bunga yang awalnya tanpa berkeinginan, tanpa dorongan apapun aku memandangnya. Tapi dalam sosok yang berbeda yaitu selayak badut kecil yang cukup menyenangkan, walau semuanya tak pernah terlintas di benakku. Hari demi hari badut kecil ini selalu terlintas dihadapanku, meski sering aku lontarkan sedikit pasir ke wajahnya. ”Kamu anggrek kan?, tapi kenapa kau bersosok badut seperti itu?”. Lalu anggrek atau badut kecil itu menyelaku ”aku tak pernah perduli kamu pandang aku seperti apa yang jelas ini aku!”.
To be Continue...
Writer,
Akasha
Kutinggalkan tanjung tercintaku, yang katanya hanya menunjuk suatu tanjung yang dalam pandanganku hanya suatu tempat dimana aku bisa wujudkan diri. Meski aku tak tau, aku akan beli satu stel baju apa? Namun dalam tengilnya aku dan apa adanya aku jalani saja labuhan ini bersama orang-orang yang awalnya gak pernah kukenal sama sekali.
Akhirnya aku sampai juga di tanjung ini, yang kata orang cukup menyenangkan dan cukup ngeri tuk dihadapi sendirian. Aku tak pernah mimpi atau punya keinginan tuk kembali ke tanjung ini, tapi kuyakin semua telah Dia atur untuk kebaikanku. Di tanjung ini aku dituntut tuk mengenal, tuk tau, tuk bisa mengatur, tuk bisa menekan, tuk bisa merasakan sesuatu, pokoknya harus bisa deh!!!
Di suatu waktu yang tak pernah kusengaja, ku lewati sebuah pohon yang biasanya dipakai buat mainan oleh orang-orang. Di sela pohon itu, tanpa sengaja kulihat sekuntum bunga yang mana aku tak pernah tau apakah itu anggrek, mawar, atau melati? Dengan tengil aku coba dekati bunga itu, sambil aku tanya ”kamu itu apa sih?” terus dia jawab dengan heran dan tegarnya ”aku adalah mawar!!!”. Oh, ternyata dia adalah mawar... dengan seketika aku berpaling dan coba tuk lupakannya, karena kusadar dan aku tau dia itu berduri meski hatiku dan diriku tak perdulikan hal itu.
Di hari lain yang tak pernah kuingat itu hari apa, ku lenggangkan dengan ringan langkah jelekku, lumayan bahagia, tanpa beban dan tak jelas. Kujalani saja semua hingga lelah dan akupun tertidur!!!
***
Aku terbangun dan mulai jalani dan jalani semua yang ada, yang kurasa ini adalah mainan belaka. Sewaktu-waktu aku berubah menjadi seekor kumbang, yang hanya terbang kesana kemari mencium bau harum bunga tanpa berkeinginan tuk mengisap madunya atau berubah menjadi duri di salah satu mawar yang ada. Meski telah cukup lama aku tak mengisi kalbu ini dengan salju cinta, seperti layaknya orang-orang atau bak kumbang yang berubah menjadi duri sekuntum mawar.
Dalam alunan ombak itu, ku terhanyut, kuikuti dan kutemukan juga sekuntum bunga yang awalnya tanpa berkeinginan, tanpa dorongan apapun aku memandangnya. Tapi dalam sosok yang berbeda yaitu selayak badut kecil yang cukup menyenangkan, walau semuanya tak pernah terlintas di benakku. Hari demi hari badut kecil ini selalu terlintas dihadapanku, meski sering aku lontarkan sedikit pasir ke wajahnya. ”Kamu anggrek kan?, tapi kenapa kau bersosok badut seperti itu?”. Lalu anggrek atau badut kecil itu menyelaku ”aku tak pernah perduli kamu pandang aku seperti apa yang jelas ini aku!”.
To be Continue...
Writer,
Akasha

0 komentar:
Posting Komentar